Rabu, 14 Agustus 2024

Jalan Menuju keselamatan hati

AnwarAnshori Mahdum

Kesucian itu terbagi dua, yaitu kesucian lahiriah (kesucian badan) dan kesuciaan bathiniah (kesucian hati). Jika seorang hamba mampu menggabungkan dua kesucian itu maka ia berhak meraih cinta Allah yang di idamkan setiap muslim.“Dan Allah mencintai orang-orang yang bersih”.Qs.At-Taubah:108:                                         
Syaikh Amin Muhammad Jamal berkata:“Keselamatan hati tidak akan sempurna sebelum terhindar dari lima hal, yaitu: 1. Syirik yang dapat menodai tauhid. 2. Bid’ah yang dapat menyalahi sunnah. 3.Nafsu syahwat yang cenderung melanggar perintah. 4. Ambisi yang mengotori keikhlasan. 5. Dan lalai yang dapat menodai dzikrullah.

1.Syirik yang menodai Tauhid’. Tauhid tidak akan terealisasi dengan baik bila syirik masih mendominasi hati. Bila penghayatan tentang tauhid sudah baik, maka kesadaran akan tugas dan kewajiban akan muncul dengan sendirinya.

2.Bid’ah yang menyalahi sunnah. Salah satu tugas qalbu adalah menjernihkan prilaku ibadah yang hanya di contohkan oleh sunnah. Sebab sebanyak apapun ibadah kita jika tidak sesuai aturan, tidak akan menambah kebaikan. Kebenaran ibadah adalah pangkal kemurnian akidah. Kemurnian aqidah adalah ibadah yang diinginkan sunnah. Itulah pantulan cahaya qalbu yang jernih.

3.Nafsyu Syahwat yang melanggar perintah Agama. Nafsyu memiliki kecenderungan yang sangat dekat dengan keburukan. Bila ia telah menguasai hati maka cahaya kebenaran akan rusak dan pantulan gambar keimanan akan melemah.

4.Ambisi yang mengotori keikhlasan. Harta dan kehormatan adalah dua hal yang sering mendorong  orang untuk memilikinya. Ambisi mengejar dua keinginan ini banyak membuat orang lupa daratan.  Jika ia tidak  dikendalikan, maka akan membawa pelakunya tersungkur dalam lumpur ketidakpuasan.

5.Kelalaian yang dapat menodai dzikrullah. Dzikir adalah obat bagi kerasnya hati. Tetapi bagi hati yang lalai tak ada tempat untuk melakukannya

Kelima factor inilah yang sangat berpotensi mengotori qalbu, sehingga cahaya kebenaran akan terhambat.  Bahkan hati yang telah ternoda akan sulit mendapatkan manfaat yang layak dalam masalah apapun, termasuk  hubungan dengan sesama makhluk. Maka tidak ada obat yang dapat menyembuhkan kelima penyakit hati itu kecuali berusaha keras memahami dan menyempurnakan  lima hal yang menjadi musuh dari lima virus itu, yaitu murrnikan tauhid, jalani sunnah, taati perintah, bangun keikhlasan dan lazimkan dzikrullah.

Untuk menuju kepada kesehatan hati selain menghilangkan kelima  virus atau racun  diatas, juga harus berusaha menutup pintu masuk segala macam keburukan, diantaranya adalah:

1.    Pintu Syubhat yang selalu mewariskan keragu-raguan tentang agama Allah. Inilah pintu yang dapat memalingkan keyakinan (I’tikad). Syubhat adalah  perkara atau keadaan yang tidak jelas haq dan bathilnya, halal dan haramnya.

2.     Pintu syahwat yang selalu mewariskan tradisi mendahulukan hawa nafsu dari pada taa.. Inilah pintu yang memalingkan organ badan (jawarih). Syahwat adalah keinginan yang timbul dari jiwa hewani yang sering bertentangan dengan hokum suci  ( fitrah kebenaran ).

3.     Pintu amarah yang selalu mewariskan permusuhan diantara makhluk Allah. Inilah pintu yang dapat memalingkan tabiat. Kemarahan akan menghilangkan kearifan. Kebenaran dalam pandangan orang yang maraaaah bias berubah

 


















 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amalan Tergantung Akhirnya

Anwar Anshori Mahdum Saudaraku, jika kita tidak tahu di bumi manakah kita akan mati, di waktu kapankah kita akan meninggal, dan dengan cara ...