Setiap manusia yang berakal pasti memiliki rasa cinta dalam hati dan hidupnya. Cinta adalah bentuk rasa tulus yang muncul dalam hati manusia. Orang yang dalam hidupnya tidak dilalui rasa cinta, pasti akan merasa kekeringan atau hidup tanpa makna, baik cinta tehadap Allah ataupun sesama manusia. Cinta membawa pada kebahagiaan tapi juga tak jarang membawa kepada kesedihan.
Tidak ada kehidupan yang paling berkesan kecuali ketika hati terpaut asmara, jiwa menggelora, haru biru suasana menyenangkan dada dan membuat hidup terasa milik kita berdua. Ketika kita jatuh cinta kepada seseorang, yang selalu nampak padanya adalah kelebihannya, sementara kekurangannya tersamar, karena tertutup kabut asmara yang menggelora. Apa yang menjadi gaya hidup dan perilakunya terlihat hampir selalu mempesonakan.
Sungguh, sekalipun ada cacat yang amat jelas, itu semua tidak mengendurkan semangat untuk terus mencintai. Pokoknya, tak ada kata kecuali ucapan cinta, tak ada hari kecuali dimabuk cinta, tak ada waktu kecuali merenda cinta, dan tak ada bayangan kecuali merona merah wajah cinta. Ketika cinta datang, ia tak pilih kasih, setiap hari merindu kekasih. Sungguh pesona cinta membuat hidup lebih bergairah, hari-hari terasa begitu indah.
Jika kalimat cinta keluar dari lisan sang pujaan hati, maka hati sang kekasih langsung terasa terbang ke angkasa. Seakan hidup merasa milik berdua yang lain ngontrak. Sungguh kalimat ini menggugah rasa, melambungkan angan sampai tak sadarkan diri. Cinta telah menyedot perhatian semua kalangan, tak terkecuali para remaja, masa di mana suasana hati sangat mudah tergoda.
Cinta memang membuat hidup kita lebih hidup, membuat si lemah menjadi kuat, membuat si kikir menjadi baik dan membuat hidup lebih terasa indah. Kekuatan cinta menarik rasa, menggugah asa dan menterlenakan jiwa. Keterikatan cinta membelenggu hati, dan rasa indah tak bertepi. "Karena cinta, duri menjadi mawar. Karena cinta, cuka menjelma anggur segar." (Jalaluddin Rumi)
Sebagian orang bijak mengatakan
bahwa cinta tidak akan jatuh kecuali kepada orang yang lawan jenisnya. Ia
melemah dan menguat tergantung kadar keselarasannya. Berdasarkan sabda Nabi
saw: “Ruh-ruh adalah pasukan-pasukan yang
di kerahkan; apa yang di kenalnya maka di sukainya, dan apa yang tidak di
kenalnya maka di selisihinya”. (Hr. Muslim.no 159)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar