Rabu, 14 Agustus 2024

ADA APA DENGAN CINTA

Anwar Anshori Mahdum

 “ Cinta adalah fitrah manusia yang murni,Tak dapat dipisahkan dengan kehidupan. Ia selalu Dibutuhkan. Jika seseorang ingin menikmatinya dengan cara yang terhormat dan mulia, suci dan penuh taqwa. Tentu ia akan mempergunakan cinta itu untuk mencapai keinginan yang suci dan mulia pula.

Ada apa dengan cinta?, begitu besar daya tariknya hingga hampir semua manusia mengejarnya. Bahkan  cinta sebuah kata yang paling banyak di ceritakan dan di bicarakan orang. Karena memang, sering atas nama cinta segalanya menguntungkan. Buku-buku yang bertemakan cinta laris dipasaran, film yang berjudul cinta selalu diserbu penonton, bahkan sampai pernak-pernik asesoris yang bergambar simbol-cintapun selalu diminati pembeli, khususnya rekan muda. Bahkan berpuluh-puluh pujangga telah menggoreskan penanya untuk membahas tentang cinta. Namun sampai kini bahkan hingga tintanya mengering belum kunjung usai membahasnya. Pokoknya, jika sesuatu di kaitkan dengan cinta apapun bentuknya selalu menjadi perhatian. Tentu saja, karena kata inilah yang membuat terasa indah kehidupan. 

Cinta layaknya sebuah episode dari jalinan kisah kehidupan seseorang. Sejak lama sampai kini cinta memiliki sisi menarik yang seolah-olah tidak akan pudar oleh masa, sampai-sampai banyak kisah yang bertema tentang cinta menjadi sebuah legenda. Bicara cinta bagaikan mengarungi bahtera yang tak bertepi, entah kapan sampainya?.

Muhammad Ibnu Daud Azh-Zhahiri mengatakan; “Cinta merupakan cermin bagi seseorang yang sedang jatuh cinta untuk mengetahui watak dan kelemahlembutan dirinya dalam citra kekasihnya. Karena sebenarnya ia tidak jatuh cinta kecuali terhadap dirinya sendiri. Ibnul Qayyim Al-Jauzi mengungkapkan: dalam rasa cinta melibatkan sampai 50 tingkat perasaan. Dari kondisi yang membahagiakan, sampai pada yang menyedihkan. Dari adanya kerinduan sampai keinginan yang selalu mencurahkan kasih sayang. Dan dari cinta buta yang memperdayakan sampai cinta tertinggi yang melahirkan penghambaan.

Cinta tercipta demi kemuliaan manusia, cinta itu suci, tercipta dari yang Maha Suci, tanpa cinta tidak akan pernah ada kehidupan. Dengan sendirinya, cinta itu ada adalah anugerah, menolak cinta sama halnya dengan menolak karunia Tuhan dan menyalahi fitrah, dan itu hukumnya berdosa.

Rasa cinta adalah fitrah yang Allah anugerahkan kepada setiap hamba. Fitrah yang di maksud adalah kecintaan terhadap apa yang di inginkan oleh jiwa dan tergeraknya hati untuk memiliki atau mendapatkannya. “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS.Ali-Imran [3]:14)

Tetapi, kecenderungan manusia pada keindahan selain merupkan fitrah juga merupakan ujian bagi manusia. Dan firman lainnya: Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat. (QS.Al-Ahzab[33];11)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amalan Tergantung Akhirnya

Anwar Anshori Mahdum Saudaraku, jika kita tidak tahu di bumi manakah kita akan mati, di waktu kapankah kita akan meninggal, dan dengan cara ...