Selasa, 13 Agustus 2024

Qum Fa andzir, Bangkitlah.

Hidup bukan hanya pergantian hari-hari, waktu dan keadaan. Tetapi di dalamnya harus kita isi dengan segala aktivitas yang berarti. Karena tidak ada satupun orang yang sukses, kecuali dia merebut dan menundukan waktu dalam bentuk penggalan-penggalan kegiatan, rencana dan target-target yang harus di raihnya. Tidak ada satupun yang dapat dicapai oleh manusia, kecuali harus melakukan aktivitas dan menumbuhkan kreativitas sehingga waktu yang terisi menjadi berkualitas.

“Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya epada kamu apa yang telah kamu kerjakan. Qs. At-Taubah [9]:105

Allah telah memberikan peluang kepada kita untuk menjadi pemenang dalam melawan kerasnya kehidupan. Dan tidak mungkin Allah membebani kita dengan beragam cobaan dan ujian, kecuali telah Allah persiapkan kekuatan untuk menangkalnya. Lihat, bagaimana Islam mendorong kepada pengikutnya agar memiliki semangat berkompetisi (fastabiqul Khairat). Atau Islam juga mengharapkan kita untuk tampil sebagai ummat terbaik (Khairu Ummah). Dan untuk mewujudkan semua keinginan itu, Allah telah memberikan kita pasilitas kehidupan.

Orang yang mempunyai keberanian menghadapi resiko kebanyakan tenang dan tidak di hantui rasa was-was, khawatir dan cemas. Mereka menyadari bahwa hidup memang selalu di hadapkan pada masalah yang di belakangnya penuh resiko.

Orang-orang besar yang hidup sebelum kita memiliki kesulitan yang jauh berat dibanding dengan yang kita hadapi saat ini. Diujung kegelapan pasti akan ada cahaya yang membawa kita keluar dari berbagai permasalahan menuju secercah harapan untuk hidup lebih baik. Janganlah kita takut menghadapi kesulitan karena kesulitan dan permasalahan hidup akan membuat kita kuat. Setiap kita yang terjatuh, segeralah bangkit dan mohonlah kekuatan kepada Allah.

Insya Allah jalan keluar segera kita dapatkan dan kesulitan akan segera lenyap dan berganti dengan kemudahan. Selalu ada cahaya di balik kegelapan, selalu ada kemudahan di setiap kesulitan, dan selalu ada harapan di setiap ketidak pastian. Selalu ada jalan keluar dan solusi, terus saja bergerak, kesedihan akan segera hilang dan berubah dengan kebahagiaan.“.. karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (QS.Al-Insyirah Ayat 5-6)

JIka kita memahami pesan Allah ini, Insya Allah hidup akan dipenuhi dengan harapan dan semangat hidup yang terus menyala. Jika engkau membuat satu kesalahan atau mendapatkan satu kegagalan, janganlah berhenti berusaha. Karena kesalahan dan kegagalan dalam hidup itu biasa, yang terpenting segera bertaubat dan jangan takut untuk terus mencoba, karena kegagalan awal dari satu keberhasilan. Kesalahan dan kegagalan yang sesungguhnya adalah saat engkau menyerah dan berputus asa.

Hidup itu selalu dinamis. Ada suka, ada juga duka. Ada bahagia dan kadang sedih. Semuanya sudah diatur oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yang pasti bahwa menghadapi kondisi demikian harus tetap tabah dan penuh tawakkal. Ketika Allah melarang manusia berputus asa, itu artinya Allah sudah menjamin pasti ada harapan dan jalan keluar bagi setiap permasalahan. Itulah mengapa selalu ada fitrah jalan keluar dalam setiap pemecahan masalah, yaitu berupa jalan yang semakin mendekatkan diri manusia kepada ajaran-Nya.

Qum Fa andzir, 

Bangunlah dan berilah peringatan. Jangan biarkan diri terus berada dalam kelemahan. Bangkitlah, jangan hinakan dengan kesia-siaan. Gubah dunia dengan prestasi dan jadikan hidup lebih berarti. Buang keraguan yang mengungkng diri, ambil keputusan yang terbaik jika ingin menjadi orang baik-baik. Orang yang benar adalah orang yang selalu menyadari hakekat untuk apa ia diciptakan. Ia tidak menyia-nyiakan waktu hidupnya sekejappun kecuali untuk beribadah kepada Allah. Sebab ia sadar betul, bahwa karena alasan itulah (ibadah) ia diciptakan.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amalan Tergantung Akhirnya

Anwar Anshori Mahdum Saudaraku, jika kita tidak tahu di bumi manakah kita akan mati, di waktu kapankah kita akan meninggal, dan dengan cara ...