![]() |
| Anwar Anshori Mahdum |
Ibarat dua sisi koin mata uang, hidup dan masalah adalah
sesuatu yang tdk terpisahkan. Berani hidup berarti harus berani pula menghadapi
masalah, dan selama manusia itu hidup, maka selama itu pula masalah itu akan
tetap ada. Intinya, masalah adalah bagian dari kehidupan. Namun hal ini bukan
berarti bahwa kita harus membuat masalah, atau menjadi sumber masalah, akan
tetapi kita wajib untuk menghadap masalah itu dan menyelesaikannya.
Dalam dekapan masalah yang begitu berat menghimpit, terkadang hati kecil sering lirih berujar, “Ya Allah hanya untuk inikah Engkau menciptakan aku, entah berapa kali pintaku terucap diiringi linangan air mata yang kerap mengalir. Entah sudah berapa kali diri ini berharap akan datangnya perubahan dalam perbaikan, tetapi belum juga Engkau bukakan kepadaku pintu kemudahan.
Mungkin ungkapan itu terlontar karena kita belum membaca nasehat Rasulullah SAW ketika kita ditimpa musibah. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda: “Janganlah seseorang dari kamu mengharapkan mati disebabkan oleh penderitaan yang menimpa padanya, maka apabila keadaan memaksa, maka berdo’alah: Ya Allah lanjutkanlah hidupku ini, selama hidup ini lebih baik agiku. Dan segerakanlah matikan diriku ini, apabila itu lebih baik bagiku “ (Muttafaq ‘Alaih )
Setiap manusia, dimanapun ia berada pasti berhadapan dengan masalah. Yang berbeda, hanya bentuk dan intensitasnya saja. Ada orang yang berhadapan dengan masalah yang ringan, tapi banyak juga yang berhadapan dengan masalah yang berat. Mulai dari masalah diri sendiri sampai kepada masalah yang menyangkut kehidupan umat manusia secara keseluruhan. Pokoknya, tiada hari tanpa masalah.
Ada orang mampu menghadapi masalah, dan tak sedikit yang tak mampu serta lari dari masalah. Jangankan berharap untuk menyelesaikannya, malah menambah banyak dan rumit masalah yang harus diselesaikan. Masalah bukan untuk dihindari, tapi harus dihadapi dan diselesaikan dengan segera. Sebab, semakin ditunda penyelesaiannya maka masalah itu semakin sulit untuk diselesaikan.
Untuk menyelesaikan masalah dibutuhkan kesabaran. Hal ini penting agar masalah yang sedang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik. Kesabaran ini tidak hanya dalam bentuk kemampuan kita untuk menahannya, tapi lebih dari itu adalah bagaimana cara kita menyelesaikannya.
Ada beberapa jurus atau trik untuk menyelesaikan masalah,
di antaranya adalah:
Pertama, Cari sumber
masalah tersebut.
Masalah yang timbul dari dalam diri kita sendiri hendaknya
diselesaikan oleh diri kita sendiri. Sedangkan masalah yang berasal dari luar
diri, kalau memang mengharuskan melibatkan orang lain, maka libatkan orang
lain. Bila tidak perlu dan kita merasa mampu untuk menyelesaikannya, maka kita
yang pertama menyelesaikannya. Setiap masalah yang timbul pasti ada
penyebabnya. Mungkin itu karena kelalaian kita, mungkin juga sebab kekurangan
kita, atau masalah itu timbul karena kesombongan kita. bila mendapatkan
masalah, carilah penyebabnya. Sama seperti ketika kita mengendarai mobil atau
motor, bila mogok segera cari penyebabnya, bukan mencaci-maki motor itu. Entah
itu karena businya yang sudah mati, bannya kempes, atau masalah-masalah
lainnya.
Begitu juga dengan masalah yang kita hadapi. Semua masalah
tentu ada sumbernya, dan yang pasti semua masalah pasti bisa diatasi, yang
penting kita mampu mencari apa penyebabnya. Masalah yang kita hadapi selama ini
terasa berat sekali, walaupun sebenarnya sepele saja. Hal ini terjadi karena
kita tidak menemukan akar permasalahannya saja.
Kedua, Batasi masalah
tersebut agar tidak menimbulkan masalah baru.
Bila kita sudah menemukan akar masalah tersebut, segera
batasi masalah tersebut. Ini berguna agar tidak timbul masalah baru, serta
memudahkan kita dalam menyelesaikannya. Terkadang, suatu masalah sudah
diketahui penyebabnya, tetapi karena kita tidak membatasi masalah tersebut
sehingga menimbulkan masalah baru dan menyebar ke masalah lainnya. Untuk itu,
pembatasan masalah harus segera dilakukan. Masalah-masalah sekecil apapun harus
dibatasi. Sebab masalah besar biasanya dimulai dari masalah yang kecil.
Ketiga, cari alternativ
penyelesaiannya.
Setelah langkah pertama dan kedua sudah dilakukan, maka
langkah selanjutnya cari alternative penyelesaiannya. Alternative disini kalau
bisa harus lebih dari satu. Maksudnya, apabila satu alternative yang satu tak
mempan maka masih ada alternative lain. Alternative penyelesaian masalah
didapat dari kemampuan kita untuk mengenali akar masalah serta kemampuan kita
untuk mengatasi masalah tersebut. Karena itu, untuk memudahkan kita perlu
dioptimalkan langkah pertama dan kedua diatas.
Walaupun ada beberapa alternative penyelesaian masalah yang
kita miliki, usahakan satu dari semua itu menjadi prioritas untuk mengatasi
masalah. Maksudnya adalah agar kita mampu memfokuskan diri dalam menyelesaikan
masalah tersebut. Alternative lain dimaksudkan sebagai pendamping saja. Kalau
semua diprioritaskan ditakutkan tidak ada alternative yang benar-benar mampu
untuk mengatasi masalah tersebut. Hal yang ditakutkan juga, bila tak ada
prioritas alternative, maka jangankan untuk mengatasi masalah, malah menambah
masalah baru. Bila sudah mampu menyelesaikan masalah janganlah lupa bersyukur.
Dan bila tak mampu menyelesaikannya bertawakallah mungkin itu sudah menjadi
takdir Allah SWT.
Keempat; Ambil
pelajaran dari masalah tersebut.
Dibalik semua hal yang ada didunia ini mengandung pelajaran
bagi umat manusia. Hanya saja, manusia terkadang tak mampu memetik pelajaran
dari semua hal tersebut. Sekecil apapun masalah yang kita hadapai pasti ada
pelajaran yang terkandung didalamnya.
Begitulah Allah swt mengajari manusia dengan berbagai cara. Tidak
hanya kenikmatan saja yang mengandung pelajaran, masalahpun demikian pula.
Bahkan pelajaran dari masalah yang dihadapi terkadang lebih bermakna
dibandingkan dari kenikmatan yang kita terima. Manusia yang baik adalah manusia
yang mampu mengambil pelajaran dari setiap langkah kehidupannya, entah itu
dalam bentuk masalah atau kenikmatan dari Allah swt.
Kesimpulannya; kita tidak bisa menghindari masalah. Karena
masalah itu merupakan salah satu jalan untuk mendewasakan kita, serta
menjadikan kita manusia yang sejati. Bagi kita yang selalu berhadapan dengan
masalah, cintai masalah itu, karena lewat berbagai masalah itu Allah swt
menunjukkan cinta dan sayang-Nya kepada kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar