Selasa, 13 Agustus 2024

Jadikan Allah Sumber Kekuatan

Anwar Anshori Mahdum

Kehidupan kita adalah proses perjuangan yang tak pernah henti. Ada saat dimana kebahagiaan begitu akrab menemani, namun di saat yang lain penderitaan begitu senang bersemayam di dalam hati. Sungguh, dua keadaan ini memerlukan kekuatan agar kita tetap bertahan pada kebenaran. Jika kita tidak memiliki kekuatan iman, maka bukan saja kehidupan akan terasa menyulitkan, tetapi hari demi hari akan selalu dihinggapi rasa ketakutan.

Jika hati merasa dekat kepada Allah Yang Maha Kuat dan Maha segalanya, akan menghadirkan ketenangan dan membuat jiwa selalu merasakan adanya perlindungan dan tempat bergantung. Kedekatan seorang Mukmin dengan Allah, mendatangkan manfaat yang sangat besar. Tidak ada doa yang tidak dikabulkan, tidak ada dosa yang tidak diampuni, tidak ada kesulitan yang tidak dimudahkan. Bahkan, setiap gerak ibadahnya terasa nikmat karena didasarkan pada rasa cinta kepada Zat Yang Maha Agung.

Salah satu benteng kekuatan yang dengannya seorang muslim mampu bertahan dalam kehidupan ini adalah dengan menjadikan Allah sumber segala kekuatan. Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan bantuan Allah. Inilah kalimat yang berisi penyerahan diri dalam segala urusan kepada Allah Subhanahu wa ta’a. la. Hamba tidaklah bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa menolak sesuatu, juga tidak bisa memiliki sesuatu selain kehendak Allah.

Setiap muslim meyakini bahwa alam semesta ini, langit dan bumi, beserta segala isinya adalah ciptaan Allah, dan berada di bawah kekuasaan-Nya. Tidak ada yang menciptakan dan mengatur alam ini kecuali Alla. Ini adalah bagian dari keyakinan mendasar bahkan fitrah yang telah Allah tanamkan dalam hati umat manusia.

Inilah yang disebut oleh para ulama dengan istilah tauhid rububiyah. Keyakinan bahwa Allah Maha Esa dalam hal mencipta, mengatur, dan menguasai alam semesta. Umat manusia pada dasarnya telah mengakui hal ini dalam lubuk hati mereka, bahkan mereka yang musyrik dan kafir sekali pun mengakui hal ini. Jika mereka ditanya, siapa yang menciptakan langit dan bumi, mereka pasti menjawab Allah. Jika mereka ditanya siapa yang memberi rezeki, mereka menjawab Allah. Allah Ta’ala berfirman: “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?” (QS. Yunus: 31)

Keagungan Allah meliputi semua hal yang ada di dunia tanpa batasan waktu, lokasi, dan pembatas lain yang biasa terjadi pada manusia. Keagungan Allah Subhanahu wa Ta’ala bersifat mutlak. Al Quran menjelaskan;. salah satunya dalam surat Al Baqarah (2) ayat 255: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar."

Tidak ada sumber kekuatan selain sumber kekuatan dari Allah. Memohon sesuatu kepada selain-Nya adalah perbuatan yang sia-sia. Tanpa ridho-Nya, tidak mungkin sesuatu akan terjadi. Bergantung kepada sesuatu yang akan hancur pada akhirnya akan membawamu juga kepada kehancuran. Bergantung pada sesuatu yang nista pada akhirnya akan membawamu juga kepada kenistaan. Mengharapkan sesuatu selain dari-Nya hanya akan menghasilkan kekecewaan.

Apabila kita telah sadar bahwa dunia dan segala isinya ini adalah milik Allah, dan Allah bisa mengatur alam ini sesuai kehendak dan hikmah-Nya, seperti apa pun yang Allah inginkan. Maka semestinya kita pun kembali sadar bahwa tidak ada yang berhak untuk disembah selain Allah. Karena hanya Allah yang mengatur alam raya ini. Allah pula yang menjamin rezeki seluruh manusia dan bahkan setiap binatang melata yang ada.

Bersandarlah hanya hanya kepada Allah, karena Sia sumber segala kekuatan. Jangan bersandar kepada kemampuan diri kita. Karena kita ini lemah dan Allah Mahakuat. Kita ini tidak mampu dan Allah Mahamampu. Kita ini tidak tahu sedangkan Allah Maha Mengetahui. Kitapun wajib memurnikan ibadah kita kepada Allah, tidak boleh beribadah kepada selain-Nya.

Insya Allah, bila kita serahkan hidup ini dengan berbagai persoalannya kepada Allah dengan keyakinan yang mutlak hanya kepada-Nya, akan membuat hati menjadi tegar dalam menghadapi problem dan tantangan kehidupan. Sadarilah, kita adalah hamba yang memiliki keterbatasan. Dia-lah Yang Berkehendak atas diri kita, dan kita tidak akan pernah bisa merubah kehendak-Nya.

 

*****

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amalan Tergantung Akhirnya

Anwar Anshori Mahdum Saudaraku, jika kita tidak tahu di bumi manakah kita akan mati, di waktu kapankah kita akan meninggal, dan dengan cara ...