![]() |
| Anwar Anshori Mahdum |
Dari Sofyan Bin Abdullah Ats-Tsaqofi berkata: “Sesungguhnya seorang laki-laki berkata: “Ya Rasulullah, katakanlah kepadaku tentang Islam suatu perkataan yang aku tidak akan menanyakanya lagi kepada seseorang selain engkau”. Rasulullah berkata; “Katakanlah!; Aku beriman kepada Allah kemudian istiqomah”. (Hr.Muslim)
Dalam hadits ini di jelaskan dua sikap yang harus ada pada pribadi mukmin; yaitu iman kepada Allah dan istiqomah; keduanya adalah perangkat dan garis kehidupan yang dengannya akan terwujud nilai-nilai kemanusiaan yang hakiki.
Sikap istiqomah menunjukan kekuatan iman yang merasuki seluruh jiwa. Sehingga kita tidak mudah goyang atau cepat menyerah pada tantangan atau tekanan. Mereka yang memiliki jiwa istiqomah itu adalah tipe manusia yang merasakan ketenangan luar biasa (iman, aman, muthmainnah).
Dalam dunia kontemporer, ciri orang yang memiliki sifat istiqomah ditandai dengan sikap dan karakter yang khas, di antaranya adalah :1.Mereka adalah orang mempunyai tujuan.2. Mereka adalah orang yang kreatif. 3.Mereka orang yang sangat menghargai waktu. 4. Mereka memiliki kesabaran yang kuat. 5.Mereka memiliki jiwa besar.
1. Mereka yang mempunyai tujuan
Orang yang istiqomah tidak mungkin melangkah tanpa arah dan tujuan. Dan mereka mempunyai visi yang jelas dan di hayatinya dengan penuh kebermaknaan. Dengan menetapkan tujuan (gool setting), mereka mampu merencanakan setiap tindakan dengan efisien dan efektif. Dalam upaya mencapai tujuan, mereka memiliki semacam rumus ( aksioma ) sebagai syarat mewujudkan tujuan tersebut; yaitu;
1.Conmitment, adalah keyakinan kokoh yang mengikat dan
menggerakan prilaku menuju arah yang di yakini ( I’tikad ).
2.Consistence, adalah kemampuan untuk bersikap taat azaz,
pantang menyerah dan mampu mempertahankan prinsif kebenaran yang diyakininya.
3.Consequence,adalah keberanian menerima konsekwensi dari
keputusan yang diambilnya. Baginya hidup adalah pilihan (life is choice) yang
harus di pertanggung jawabkan.
4.Confidence, adalah sikap percaya diri yang
lahir dari kekuatan keyakinan dan itu lahir dari kematangan berfikir dari jiwa yang sstiqomah.
5.Creativ, Sikap yang tak pernah lelah melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Baginya hidup adalah kesempatan yang harus di manfaatkan sebaik mungkin.
Kelima prasyarat ini sejalan dengan firman Allah yang mengharuskan seorang mukmin harus mempunyai tegad yang kuat dalam mencapai tujuan dan tidak boleh melemah. “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, Padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.( Qs. Ali Imran [3]:139)
Atau lihatlah ayat yang dengan gamblang memperingatkan agar setiap muslim mempunyai arah dan visi yang jelas dalam hidup ini, hidup baginya bukan hanya sekedar hidup tetapi untuk mempersembahkan yang terbaik kepada yang maha hidup. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs. Al-Hasyr [ 59]:18)
2. Mereka
adalah orang yang kreatif
Kreatif adalah sikap yang tak pernah lelah melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Biasanya orang kreatif memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap apapun. Dan selalu ingin mencoba sesuatu yang baru. Bagi mereka setiap hari tanpa perbuatan dan perubahan adalah kesia-siaan, karena mereka harus dapat memetik manfaat sekecil apapun dari apa yang mereka lakukan. Baginya hidup adalah kesempatan yang harus di manfaatkan sebaik mungkin. Orang yang istiqomah akan tampak dari kreativitasnya, terutama kreativitas untuk melakukan amalan-amalam terbaik. Sebagaimana firman Allah: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar. (Qs. Al-Hujurat [49]:15)
3.Mereka orang yang sangat menghargai waktu
Orang yang istiqomah sangat menyadari, bahwa waktu terus berlalu dan tak pernah kembali. Ia adalah harta manusia yang paling berharga. Ia adalah kehidupan bagi seorang muslim. Dan ketahuilah; pada masing-masing waktu yang terlewati ada kewajiban yang harus kita laksanakan untuk Allah. Diantaranya adalah:
1. Bagi yang mendapat kenikmatan, wajib baginya untuk bersyukur
2.Bagi yang mendapat kesengsaraan, wajib baginya untuk bersabar
dan ridha terhadap ketetapannya.
3. Bagi
yang sedang dalam ketaatan, wajib terus
berharap kepada Allah, agar kebagikan,
hidayah dan taufiq selalu tertanam di dalam jiwa
4. Bagi yang berada dalam kemaksiatan, wajib baginya memohon ampun dan bartaubat kepada-Nya.
Bagi jiwa yang istiqomah; Waktu adalah peluang untuk meraih kesempatan dalam menggapai cita-cita. Sekali saja menyia-nyiakan waktu, saat itu juga kita tidak bisa mengejarnya lagi walaupun sedetik. Hilang kesempatan timbul kekecewaan, karena didalam waktulah kita mendapat kebahagiaan dan kesengsaraan. Terlebih untuk kepentingan yang lebih pasti; yaitu akhirat, mereka sangat memahami ayat Allah yang berbunyi:“ ..dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Qs. Al-Qoshosh [28]:77)
4. Mereka memiliki
kesabaran yang kuat
Orang yang istiqomah adalah yang memiliki kekuatan tekad untuk membasmi keraguan dan bersabar atas setiap keadaan. Mereka memahami bahwa kesabaran adalah ruh keimanan dan pangkal kebaikan. “Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, Maka Sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri”. (Qs. Ath-Thur [52]:48).
Sabar merupakan suasana bathin yang tetap tabah, istiqomah pada awal dan akhir ketika menghadapi tantangan. Dalam jiwa orang sabar terkandung beberapa sifat yang positif, di antaranya:
Ø
Menerima dan menghadapi tantangan dengan tetap
konsisten dan berpengharapan. Mereka memandang tekanan sebagai kesempatan untuk
meningkatkan kualitas. Mereka berkeyakinan bahwa Allah tidak akan memberikan
beban di luar kemampuannya.
Ø Mereka tetap mampu mengendalikan dirinya dan mampu melihat sesuatu dalam persepektif yang luas. Tidak hanya melihat apa yang tampak, tetapi melhat sesuatu dalam kaitannya dengan yang lain.
5. Mereka memiliki jiwa besar.
Sifat Istiqomah akan melahirkan sifat percaya diri dan optimisme yang kuat. Sifat-sifat inilah yang menjadi energi penggerak kemauan yang keras untuk mencapai tujuan. Itulah sebabnya pemilik sifat istiqomah selalu mempunyai jiwa yang sangat besar, terutama mereka adalah para Nabi dan kekasih Allah yang diberikan tugas berat oleh Allah.
Ketegaran dan kebesaran jiwa mereka dalam menghadapi tantangan tercatat indah dalam lembaran sejarah. Dan merekalah tauladan pilihan bagaimana sifat istiqomah telah membawa mereka pada derajat kemuliaan yang tidak tertandingi. Ketetapan hati mereka tetap tidak tergoyahkan, benar apa yang di ungkapkan Allah tentang mereka:Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah[1343] sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan Katakanlah: "Aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah ”( QS. Asy-Syura [42]:15)
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar